Apajadi ketika kita datang ke akad pernikahan teman orang tua kita, tapi yang jadi pengantin wanita nya ada lah kita Itu lah yang di rasakan Nurul Aisyah seorang gadis yang baru menyelesaikan kan studynya di djerman tiba - tiba harus menggantikan pengantin wanita yang kabur yang akan di nikahkan dengan seorang pria yang tampan 8Ilmuwan Wanita Islam yang Diakui Dunia. 1. Mariyam "Al-Astrolabiya"al-Ijliya. Maryam hidup sekitar Abad10 masehi. Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang identitasnya. Bahkannama Mariyam pun adalah nama yang disandangkan padanya oleh the SyrianArchaeological Society. SitiHajar, wanita yang cantik yang terkenal karena keteguhan keiman, ketakwaan dan tawakalnya kepada Allah. Sehingga hal itu di abadikan oleh Allah dalam salah satu dalam syariat haji. Yaitu, sa'i, berlari-lari kecil antara bukti shofa dan marwa. Asiyah, istri fir'aun. Seorang istri yang sholehah dari Raja dan penguasa yang sangat kejam. PENGAJIANABUYA KH THOIFUR MAWARDI PURWOREJO #khtoifurmawardipurworejo #khthoifurmawardi #ponpesdaruttauhid #daruttauhid #syekhfadhiljailani #sayyidfadhilja WC3nIX. Nama wanita yang tergolong Solehah Zaman Nabi bisa, yang merupakan shahabiyah Rasulullah Muhammad SAW, dari perjuangan syiar Berita Islami – Nama wanita sholehah bisa menjadi alternatif sebagai nama bayi perempuan, lengkap dengan kisahnya di zaman nama berikut ini, dari kalangan sahabat bukan istri atau anak dari Rasulullah Muhammad SAW. Daftar IsiDaftar Nama Wanita Solehah Zaman NabiArwa binti Abdul Muthalib wafat 15 HFatimah Binti Qais Bin Khalid wafat 50 HGazalah Al-Haruriah wafat 77 HHindun binti Utbah bin Rabiah wafat 14 HHafshah binti UmarKhaulah binti Azwar Al-Kindi wafat 35 HLubabah binti Harits Al-Hilali Wafat 30 HMuazah Binti Abdullah Al-Adawiah Wafat 83 HQatilah Binti Harits Bin Kaldah wafat 20 HBerdasarkan abjad, Nama-Nama Wanita Solehah di zaman perjuangan Nabi Muhammad SAW, adalah sebagai berikutArwa binti Abdul Muthalib wafat 15 HArwa menjadi pejuang di jalan Allah SWT dengan lidah dan kejujurannya. Memiliki anak bernama Khulaib Bin Umair dari suami pertama. Pernikahan mereka di zaman masuk Islam mengikuti Rasulullah. Khulaib menyampaikan berita keislamananya kepada dengan bijak Arwa menjawab bahwa kamu telah memilih jalan yang benar ketika mengikuti ajaran Islam yang di bawa oleh itu dia masuk Islam. Setelah diketahui oleh Abu Jahal dan Abu Lahab, dirinya pun didatangi oleh kelompok jahiliyah dengan pendirian yang kokoh dan tenang memberikan penjerlasan tegas kepada Binti Qais Bin Khalid wafat 50 HDaftar Nama Wanita yang Solehah di Zaman Nabi berikutya adalah Fatimah Binti Qais Bin Khalid, seorang janda yang dilamar oleh 3 orang Mu’awiyah, Usamah Bin Zaid dan Abu Jahn, karena hal tersebut dirinya berbicara kepada Rasulullah. Dan Rasulullah memberikan tidak memiliki harta, sementara Abu Jahn termasuk lelaki yang keras, suka bepergian/petualang. Dan seirng meninggalkan istri. Sehingga istrinya akan kurang perhatian jika menikah Fatimah menikah dengan Usamah bin Zaid karena kecocokan karakternya. Akhirnya wanita Sholehah tersebut menikah dan bahagia dengan suaminya Bin Zaid merupakan peanglima perang, baca selengkapnya dalam Perang Wadi Al Qura, Usamah Panglima Perang Terakhir Al-Haruriah wafat 77 HGazalah Al-Haruriah, merupakan wanita yang ikut dalam perjuangan Rasulullah di Perang Yarmuk. Memberikan suplai makanan bagi para pasukan, jihad nama yang tergambar sebagai perempuan arab. Berkarakter dan kuat dalam menemani Rasulullah binti Utbah bin Rabiah wafat 14 HSeorang yang bergelar ”Akilatul Kibdah” Pemakan Hati ketika masih jahiliyah. Memperlakukan jenasah Syuhada perang Uhud dengan tidak seiring berjalannya waktu, dirinya mendapatkan cahaya Islam dan memeluk agama seorang penyair yang handal, dan pembicara yang fasih. Dengan hal tersebut ia menjadi seorang penyebar agama Islam untuk kaum Jahiliyah. Dan ditakuti berdebat oleh kaum kafir karena binti UmarSuami pertamanya adalah Khunais bin Hadzdzafah As-Sahmi. Ia memeluk Islam bersama sang suami. Lalu mereka berdua ikut Rasulullah hijrah ke Madinah. Pada 2 H, suaminya menikah untuk kedua kalinya dengan Usman bin Affan, tapi Usman menolak. Selanjutnya, Umar kepada Abu Bakar, tapi juga Abu Bakar tidak menerima. Karena ia pernah mendengar bahwa Rasulullah pernah bermaksud melamar selanjutnya melamar Hafshah kepada ayahnya, lalu menikah pada 3 binti Azwar Al-Kindi wafat 35 HPenunggang kuda terbaik itu bernama Khaulah Binti Azwar Al Kindi, dalam sebuah peperangan melawan pasukan Romawi dalam lanjutan perang seorang wanita Solehah. Maka ketika ditanya siapa wanita penunggang kuda terbaik? maka jawabannya adalah Khaulah binti Azwar peperangan tersebut, dimana pasukan kaum Muslimin mempersiapkan serangan untuk menyerang Pasukan di Romawi Timur. Tiba-tiba datang seorang berpakaian serba pasukan lawan, dengan satu putaran bersama tombangknya. Behasil membebaskan saudaranya yag ditawan pasukan Al-Gifariah wafat 40 HBukan hanya Rufaidah, tapi ada juga nama Laila Al Ghifariah, seorang gadis kecil dari daerah Ghifar. Ketika Rasulullah hendak melakukan peperangan Khaibar, dalam perjalanan melewati daerah Ghifar, ia bertemu dengan seorang wanita wanita Sholeh zaman Rasulullah, masih kecil tapi mau ikut serta memberikan bantuan dalam perang. Dengan cara merawat yang kasihan melihatnya berjalan, rasulullah menaikkan keatas kudanya. Hingga sampai di tempat peristirahatan sebelum selesai peperangan, Rasulullah menghadiahkan kalung kepadanya. Dan ia menjaganya hingga ia yang cantik sebagai nama sahabat rasulullah, bisa menjadi salah satu nama bayi binti Harits Al-Hilali Wafat 30 HDialah Lubabah Binti Harits Al Hilali, yang menyusui Al Husain bin Ali bin Abi Thalib. Cucu kesayangan Rasulullah Muhammad adalah Istri dari Abbas bin Abdil Muththalib, dalam kisah Paman Terbaik RasulullahMuazah Binti Abdullah Al-Adawiah Wafat 83 HSeorang wanita muslim bernama Muazah Binti Abdullah Al-Adawiah, sebagai wanita Sholehah sahabat Rasulullah. Yang kehilangan anak dan suaminya menjadi berduka karena kehilangan, melainkan ia berbahagia, dan bermohon semoga dia dipertemuakn dengan adan dan suaminya si Binti Harits Bin Kaldah wafat 20 HKisah nyata wanita sholehah, zaman Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah Qatilah Binti Harits Bin merupakan Penyair wanita adalah saudara kandung dari Nadhar. Dimana Nadhar adalah lelaki yang sering menghalangi Dakwah Perang Badar dia berhadapan dengan saudaranya, dan berhasil membunuh saudaranya dalam peperangan tersebut. Kisah Wanita Sholehah Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya. Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis. Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah. Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah. Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya. Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.” Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya. Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang. Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.” Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya. Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya. Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya. Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup. Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah. Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”. Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak [Sepahit apa pun perjalanan sebuah kehidupan, namun jika dihadapi dengan keikhlasan dan kesabaran, akhirnya pasti akan terasa manis...]Sambung.....Siti merenung anak ke duanya yang sedang melipat pakaian. Sudah hampir 6 bulan anak keduanya itu tinggal bersamanya. Sejak anak ke tiganya iaitu anak lelaki memasuki sekolah asrama."Acik belum dapat panggilan masuk ke U ke?" Siti hairan juga. Anak keduanya itu mendapat keputusan yang cemerlang. Tetapi kenapa belum ada panggilan masuk ke IPTA."Belum mak..." balas acik tanpa memandang ke wajah Siti. Dia terus melipat pakaian, pakaian mereka sendiri."Lamanya... acik tak call ke tanya, pelik lah mak rasa...""Nantilah acik call..." balas acik, masih bersikap seperti tadi. Acik sebenarnya takut hendak memandang wajah Siti. Acik rasa berdosa sangat. Acik simpan banyak hal dalam hati acik sebenarnya tidak memohon pun untuk ke IPTA. Ada tawaran masuk pun acik abaikan. Kerana apa? Kerana acik tahu, masuk ke pusat pengajian tinggi perlukan banyak duit. Memang akan dapat pinjaman PTPN, tetapi semasa hendak masuk ke sana pasti perlu belanja juga. Acik tahu itu kerana semasa along hendak ke Mesir dulu pun banyak simpanan emaknya dikeluarkan. Acik pasti simpanan emaknya sudah kasihan kepada adiknya pula sudah memasuki asrama penuh. Kerana itu acik datang kepada emaknya untuk tinggal bersama. Kerana apa, kerana acik takut. Ada sesuatu di rumah bapa saudaranya di kampung. Bapa saudaranya adalah abang kepada ayahnya. Acik dapat rasakan pandangan mereka sekarang sangat lain kepada acik. Mereka yang acik maksudkan adalah bapa saudaranya dan sepupu sepupu lelakinya. Acik masih betah di sana dahulu kerana ada adik lelakinya yang sentiasa menemaninya. Tapi kini adiknya telah memasuki asrama."Usu rasa baik acik pergi duduk dengan emak kat Kuala Lumpur..." itulah saranan adik lelaki acik. Sebenarnya adik lelaki acik perasan akan pandangan yang tersimpan maksud tersirat orang-orang di di dalam rumah itu terhadap kakaknya. Selama ini usu selaku adik sentiasa bersiap itu, bersama berangkatnya usu ke asrama, maka pada hari itu juga acik berkeras hendak mengikuti emaknya ke Kuala amat bersyukur kerana sejak tingkatan 3 lagi acik memakai purdah. Sejak ayah mereka meninggal. Sejak emak mereka jadi janda. Ramai orang tertanya-tanya akan rupa paras along dan acik."Agaknya ada parut, tak pun cacat, gigi jongang agaknya... tu yang tutup..." Itu kata-kata orang yang tidak begitu mengenali anak anak makcik Siti. Ini kerana makcik Siti berpindah ke kampung di mana adiknya tinggal selepas suaminya meninggal. Masa itu, acik tingkatan 3, along sedang duduki SPM, usu tingkatan satu. Memang orang kampung tidak begitu tahu rupa sebenar iaitu mak acik berpindah bukan sahaja sebab suaminya meninggal, tetapi sebab ada peristiwa yang lain yang mana begitu menakutkan Siti. Selepas Siti menjanda, ada orang menceroboh masuk ke dalam rumah sewa Siti. Masa ini Siti berkerja di sebuah restoran. Siti belum bekerja di rumah besar Tuan kedua anaknya iaitu Acik diperlecehkan di sekolah. Bukan oleh anak murid yang lain, tetapi oleh guru acik sendiri. Siti tidak dapat menerima keadaan itu. Acik pulang dengan tangisan dan ketakutan. Siti pergi ke sekolah dan bertemu guru besar dan guru yang yang Siti terima Akak jangan dengar cakap anak akak tu. Anak akak yang gatal. Akak tahulah budak zaman sekarang. Lagipun cuba akak fikir, tak kan cikgu nak buat tak senonoh kat anak murid. Saya dah jadi guru besar 10 tahun kat sini. Inilah kali pertama yang saya dengar kes macam ni. Oleh Afriza HanifaSebuah kisah cinta menarik tercatat dalam sejarah hidup seorang shahabat Rasulullah, Salman Al-Farisi. Ia merupakan seorang mantan budak dari Isfahan Persia. Kisah cinta Salman terjadi saat ia tinggal di Madinah setelah menjadi muslim dan menjadi salah satu sahabat dekat suatu waktu, Salman berkeinginan untuk menggenapkan dien dengan menikah. Selama ini, ia juga diam-diam menyukai seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. Namun ia tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, ia merasa asing dengan tempat tinggalnya, adat melamar wanita di kalangan masyarakat Madinah? Bagaimana tradisi Anshar saat mengkhitbah wanita? Demikian yang dipikirkan Salman. Ia tak tahu menahu mengenai budaya Arab. Tentu saja tak bisa sembarangan tiba-tiba datang mengkhitbah wanita tanpa persiapan matang. Salman pun kemudian mendatangi seorang sahabatnya yang merupakan penduduk asli Madinah, Abu Darda’. Ia bermaksud meminta bantuan Abu Darda’ untuk menemaninya saat mengkhitbah wanita impiannya. Mendengarnya, Abu Darda’ pun begitu girang. “Subhanallah wa Alhamdulillah,” ujarnya begitu senang mendengar sahabatnya berencana untuk menikah. Ia pun memeluk Salman dan bersedia membantu dan mendukungnya. Setelah beberapa hari mempersiapkan segala sesuatu, Salman pun mendatangi rumah sang gadis dengan ditemani Abu Darda’. Keduanya begitu gembira. Setoiba di rumah wanita shalehah tersebut, keduanya pun diterima dengan baik oleh tuan rumah.“Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman dari Persia. Allah telah memuliakan Salman dengan Islam. Salman juga telah memuliakan Islam dengan jihad dan amalannya. Ia memiliki hubungan dekat dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Bahkan Rasulullah menganggapnya sebagai ahlu bait keluarga nya,” ujar Abu Darda’ menggunakan dialek bahasa Arab setempat dengan sangat lancar dan fasih. “Saya datang mewakili saudara saya, Salman, untuk melamar putri anda,” lanjut Abu Darda’ kepada wali si wanita, menjelaskan maksud kedatangan mereka. Mendengarnya, si tuan rumah merasa terhormat. Tentu saja, ia kedatangan dua orang sahabat Rasulullah yang utama. Salah satunya bahkan berkeinginan melamar putrinya. “Sebuah kehormatan bagi kami menerima shabat Rasulullah yang mulia. Sebuah kehormatan pula bagi keluarga kami jika memiliki menantu dari kalangan shahabat,” ujar ayah si sang ayah tidaklah kemudian segera menerimanya. Seperti yang diajarkan Rasulullah, ia harus bertanya pendapat putrinya mengenai lamaran tersebut. Meski yang datang adalah seorang shahabat Rasul, sang ayah tetap meminta persetujuan sang putrid.“Jawaban lamaran ini merupakan hak putri kami sepenuhnya. Oleh karena itu, saya serahkan kepada putri kami,” ujarnya kepada Abu Darda’ dan Salman AL tuan rumah pun kemudian memberikan isyarat kepada istri dan putrinya yang berada dibalik hijab. Rupanya, putrinya telah menanti memberikan pendapatnya mengenai pria yang melamarnya. Mewakili sang putrid, ibunya pun berkata, “Mohon maaf kami perlu berterus terang,” ujarnya membuat Salman dan Abu Darda’ tegang menanti jawaban.“Maaf atas keterusterangan kami. Putri kami menolak lamaran Salman,” jawab ibu si wanita tentu saja akan menghancurkan hati Salman. Namun Salman tegar. Tak sampai disitu, sang ibunda melanjutkan jawaban putrinya, “Namun karena kalian berdua lah yang datang, dan mengharap ridha Allah, saya ingin menyampaikan bahwa putri kami akan menjawab iya jika Abu Darda’ memiliki keinginan yang sama seperti Salman,” kata ibu si wanita shalihah idaman Salman, wanita yang Salman inginkan untukmenjadi istrinya, wanita yang karenanya ia meminta bantuan Abu Darda’ untuk membantu pinangannya. Namun justru wanita itu memilih Abu Darda’, yang hanya menemani seperti pria pada umumnya, maka hati Salman pasti hancur berkeping-keeping. Ia akan merasakan patah hati yang teramat sangat. Namun Salman merupakan pria shaleh, seorang mulia dari kalangan shahabat Rasulullah. Dengan ketegaran hati yang luar biasa, ia justru menjawab, “Allahu akbar!” seru Salman hanya itu, Salman justru menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. Tanpa perasaan hati yang hancur, ia memberikan semua harta benda yang ia siapkan untuk menikahi si wanita itu. “Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan akan kuberikan semua kepada Abu Darda’. Aku juga ajan menjadi saksi pernikahan kalian,” ujar Salman dengan kelapangan hati yang begitu kisah cinta shabat Rasulullah yang mulia, Salman Al Farisi. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kisah tersebut. Ketegaran hati Salman patut dijadikan uswah. Ia pun tak kecewa dengan apa yang belum ia miliki meski ia sangat menginginkannya. Smoga Allah meridhai Salman dan menempatkannya pada surga yang tertinggi. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Film bertema Islam menjadi salah satu film yang digemari oleh banyak kalangan karena tak hanya menghibur namun alur cerita yang disuguhkan banyak memberikan pelajaran hidup yang berharga. Indonesia menjadi salah satu Negara yang sering kali memproduksi film Indonesia bertema Islam dan hampir selalu menduduki jajaran box office Indonesia. Film Islami yang diproduksi juga cukup beragam, beberapa di antaranya merupakan film adaptasi novel dari penulis ternama. Selain film genre romantis, film Indonesia bertema Islam ini juga bisa menjadi pilihan film yang akan menemani waktu berkualitas bagi Ayah dan Ibu atau pun seluruh keluarga Menonton Film BersamaMenonton film bersama dapat menjadi salah satu hiburan tersendiri karena mendatangkan banyak manfaat, terutama bila dilakukan seperti masa pandemi saat ini. Melansir dari laman DMCI Communities, ada banyak hal yang menyenangkan yang di dapat setelah menonton film bersama baik bagi Ayah dan Ibu atau pun bagi seluruh keluarga seperti berikut iniA. Menguatkan Ikatan dengan KeluargaMenghabiskan waktu bersama dengan menonton film dapat menguatkan ikatan batin atau emosi antara anggota keluarga satu dengan lainnya. Menonton film dengan tema tertentu juga dapat menguatkan hubungan suami istri sehingga menjadi lebih solid dan lebih Membuktikan Adanya Keberhasilan AkademikMengutip dari laman Family Facts, fakta yang didapat di lapangan menyebutkan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu bersama orang tuanya memiliki nilai akademis lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak. Sementara itu, mereka yang tidak banyak menghabiskan waktu dengan orang tuanya memiliki tingkat fokus yang lebih rendah saat di sekolah. Salah satu hal bijak yang daoat dilakukan bersama adalah menonton film di akhir pekan dengan genre yang asyik dan Meningkatkan Intimasi dengan PasanganOrang tua yang sering menonton film bersama justru akan memiliki intimasi yang sangat kuat dan ini punya dampak positif juga untuk anak-anak nantinya. Keintiman antara Ayah dan Ibu dapat memperkuat hubungan pernikahan sehingga dapat memberikan contoh yang baik untuk anak-anak. Selain itu, hubungan yang kuat antara Ayah dan Ibu dapat membuat anak-anak hidup lebih tenang dan dipenuhi kasih sayang. Sebuah Study dari Universitas Rochester menyebutkan bahwa pasangan yang menonton film bersama dapat membantu mengurangi prahara yang terjadi dalam sebuah rumah tangga dan mengurangi angka Meningkatkan Kepercayaan DiriMenonton film bersama dengan Ayah dan Ibu dapat meningkatkan kepercayaan diri si kecil karena ia akan merasa memiliki keluarga yang harmonis sehingga ia akan merasa nyaman tumbuh di lingkungan keluarga Film Bertema IslamBerikut ini ada beberapa rekomendasi film bertema Islam yang bagus dan telah terbukti dapat mengambil hati banyak orang, dilansir dari berbagai sumber1. Ayat-Ayat CintaPhoto source sih yang ngga kenal film bertema islam yang satu ini? Film adaptasi novel yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama ini pernah merajai tangga film Indonesia pada tahun 2008 lalu. Ayat-Ayat Cinta merupakah film bertema islami dengan genre romantis dan mengisahkan sebuah perjalanan cinta seorang pelajar Indonesia bernama Fahri yang berada di Mesir untuk menyelesaikan perjalanan cintanya, Fahri yang merupakan lelaki sholeh dan tidak mengenal pacaran ini justru banyak dikagumi oleh wanita-wanita sholehah dengan beragam latar belakang. Kisah cinta Fahri akhirnya berlabuh pada seorang perempuan sholehah bernama Aisha dan ia pun menikahinya melalui ta’aruf. 2. Ketika Cinta Bertasbih Photo source tribunnewswikiFilm bertema Islam dengan judul Ketika Cinta Bertasbih ini juga merupakan film adaptasi Novel karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul serupa. Film Indonesia bertema Islam kali ini dirilis pada tahun 2009 dan memiliki kisah romansa cinta yang tak biasa. Di sini dikisahkan bahwa ada seorang pemuda Indonesia bernama Azzam menuntut ilmu di Kairo sembari bekerja sebagai tukang tempe. Selain seorang pria yang baik, ia adalah tulang punggung keluarga yang sangat taat beragama. Sayangnya, hal ini bukanlah bekal yang cukup untuk meminang wanita pujaannya karena terhalang oleh status sosial. Perjuangan dan cobaan yang dirasakan Azzam silih berganti dan menjadikannya sebagai pria kuat sehingga suatu hari semua cita dan cintanya perlahan diijabah oleh Allah Perempuan Berkalung SorbanPhoto source Berkalung Sorban adalah salah satu film bertema Islam yang bercerita tentang kisah hidup seorang muslimah tangguh. Film adaptasi novel karya Abidah El Khalieqy yang diterbitkan tahun 2001 dan dirilis pada tahun 2009 ini berhasil membuat takjub banyak orang karena berkisah tentang perjalanan hidup seorang muslimah bernama Anissa yang memiliki pribadi tangguh, kuat, serta cerdas. Ia hidup di kalangan keluarga pesantren yang sangat konservatif terhadap wanita dan kehidupan modern yang tengah berlangsung. Film bertema Islam ini juga sangat kental dengan kisah perjuangan Anissa yang dengan gigih memperjuangkan hak-hak wanita muslim di tengah lingkungan yang konservatif. Tak hanya itu saja, ada kisah romansa islami yang juga tak kalah menarik pada film ini dan berhasil memberi warna pada setiap alur 99 Cahaya di Langit EropaPhoto source jelas-jelas memiliki novelis yang handal terutama saat mengisahkan cerita romansa islaminya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya film bertema Islam yang sering kali menduduki tangga film populer setiap tahunnya. 99 Cahaya di Langit Eropa ini juga merupakan film adaptasi novel dengan judul senada karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra yang telah rilis pada Desember 2013 silam. Film yang dibintangi oleh selebriti kenamaan seperti Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Raline Shah, serta Dewi Sandra ini pernah sangat populer pada masanya karena kisahnya yang tak hanya enak ditonton tapi juga sarat akan makna. Konon kabarnya, kisah ini merupakan kisah nyata perjalanan Hanum Salsabila Rais yang harus menemani suaminya menuntut ilmu di Austria. Berbagai macam hal ia lalui hingga menuntunnya untuk menyusuri jejak-jejak agama Islam di benua Eropa yang dibawa oleh bangsa Turki. Bagi yang suka dengan sejarah, film ini banyak menyuguhkan sudut-sudut berbagai macam kota yang indah dan lekat dengan agama Islam serta kisah sejarah jaman dahulu yang tak kalah menarik untuk Surga yang Tak DirindukanPhoto source TribunwikiFilm yang satu ini juga merupakan film adaptasi novel dengan judul sama dan ditulis dengan indah oleh Asma Nadia sebagai pengarangnya. Film bertema Islam yang rilis pada tahun 2015 ini berkisah tentang seorang arsitek bernama Prasetya yang sudah memiliki istri bernama Arini namun harus terpaksa menikahi seorang wanita yang tengah depresi bernama Mei Rose untuk menyelamatkan nyawa wanita tersebut. Kisah haru ini memang bertema poligami, namun ada banyak nilai-nilai religi yang dapat dipelajari bagi para Sang PencerahPhoto source bertema islam besutan sutradara ternama Hanung Bramantyo berjudul Sang Pencerah ini rilis pada tahun 2010 dan merupakan kisah nyata dari seorang pendiri Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan. Film islami seperti Sang Pencerah dapat menjadi salah satu film sejarah yang mengasyikkan ketika ditonton dengan anak-anak dan seluruh anggota keluarga karena dikemas kembali secara rapi dan indah oleh Hanung Bramantyo. Sang Pencerah tidak hanya bercerita tentang kehidupan Islam pada masa dulu namun juga berkisah tentang sisi lain dari seorang KH. Ahmad Dahlan yang belum diketahui oleh khalayak Jilbab Traveler Love Sparks in KoreaPhoto source menonton film bertema islam yang ringan dan penuh dengan kisah romantis ala anak muda? Jilbab Traveler adalah jawabannya! Film adaptasi novel karya Asma Nadia ini merupakan film semi biografi pengarangnya. Kisah yang disajikan memiliki latar dua negara yaitu Indonesia dan juga Korea Selatan. Tak hanya soal cinta anak muda saja, film bertema Islam yang satu ini juga menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah di kedua negara dengan ciri khasnya 99 Nama CintaPhoto source bertema islam yang rilis pada tahun 2019 ini mengisahkan tentang kisah cinta seorang presenter dan produser acara gosip bernama Talia yang dekat dengan seorang ustad muda utusan Ayahanda Talia bernama Kiblat. Suatu hari Talia harus menerima kenyataan pahit saat ia membuat kesalahan kecil yang berakibat fatal pada karirnya. Pada masa suram inilah Talia dekat dengan Kiblat dan muncul rasa cinta di antara keduanya. Sayangnya kisah cinta ini tak berjalan mulus karena saat keduanya semakin dekat, justru Kiblat dijodohkan oleh wanita Hafalan Shalat DelisaPhoto source menanamkan ajaran agama Islam pada si kecil dengan cara yang lebih mudah dan mengasyikkan? Menonton film bertema islam seperti Hafalan Shalat Delisa bisa menjadi solusinya. Film ini menceritakan sebuah kejadian dimana gempa dan tsunami melanda sebuah daerah dan membuat banyak nyawa melayang. Ketika kejadian ini terjadi, gadis kecil taat beragama bernama Delisa sedang menghafal bacaan shalat bersama ibunya untuk ujian praktek. Sangat disayangkan Delisa harus kehilangan kakak-kakaknya dan kehilangan satu kakinya karena harus diamputasi. Segala kemalangan yang ia rasakan justru bukan menjadi pukulan bagi Delisa, melainkan menjadikan Delisa sebagai gadis kecil yang membawa keceriaan bagi 3 Hati Dua Dunia, Satu CintaPhoto source ini berkisah tentang dua orang berbeda agama yang menjalin cinta tak biasa karena tantangan yang mereka hadapi sangatlah terjal. Rosid adalah pria muslim yang berasal dari keluarga dengan tradisi serta ajaran agama Islam yang sangat kental. Ia jatuh cinta dengan Delia, seorang gadis cantik beragama Katolik. Cinta keduanya tak mulus karena kedua keluarga sepakat untuk memisahkan keduanya dengan berbagai macam cara. Meski begitu, keduanya cukup sadar bila kisah ini diteruskan, akan lebih banyak hal tak diinginkan yang mungkin akan mereka Negeri 5 MenaraPhoto source adaptasi novel karya Ahmad Fuadi berjudul Negeri 5 Menara berkisah tentang persahabatan 6 pria muda muslim di sebuah pesantren di Jawa Timur. Mereka memiliki moto hidup yang kuat yaitu Man Jadda Wajada yang berarti siapa saja yang bersungguh-sungguh melakukan sesuatu pasti akan berhasil. Dari pesantren inilah mimpi-mimpi itu mulai dirancang untuk segera diwujudkan. Film bertema Islam seperti ini bagus ditonton bersama anak-anak tercinta karena dapat memberikan inspirasi mendalam pada para Wedding AgreementPhoto source bertema islami namun menyuguhkan romantisme ini memiliki kisah yang unik. Diceritakan bahwa ada dua pasangan muda yang harus menikah karena dijodohkan oleh para orang tua mereka. Perjodohan antara Tari dan Bian merupakan kisah rumit tersendiri pada film ini. Bian sebagai pihak laki-laki yang masih memiliki kekasih merasa tidak rela dijodohkan dengan Tari. Oleh karenanya, Bian memutuskan membuat surat perjanjian pernikahan yang menegaskan bahwa hubungan keduanya hanya sebatas status dan akan berakhir setelah pernikahan berjalan 1 tahun. Seiring berjalannya waktu, Allah SWT membolak-balikkan hati Bian dan membuatnya justru semakin jatuh cinta pada Tari sehingga surat perjanjian tersebut harus My Name is KhanPhoto source dari laman Wikipedia, My Name is Khan adalah salah satu film islami yang sudah mendunia dan rilis pada tahun 2010. Film ini sempat menjadi perbincangan hangat karena mengusung tema yang sensitif yaitu terorisme yang sering kali dikaitkan dengan agama Islam. Film ini mengisahkan tentang seseorang bernama Rizwan, yaitu seorang pria muslim autis yang memperjuangkan kebenaran bahwa dirinya bukanlah teroris dibalik kejadian pada tahun 2007 di tempat tinggalnya saat itu. Perjuangan ini mengharuskan ia pergi ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan presiden supaya suaranya di dengar dunia. Film ini cukup membuat penontonnya terharu bahkan hingga menangis karena perjuangan Rizwan yang tak biasa. Ia harus melawan segala hal yang ada di depan matanya meskipun dengan keterbatasan yang ia punya. 14. Ada Surga di RumahmuPhoto source bertema islami berikut ini memiliki cerita yang tak kalah seru tentang seorang anak laki-laki bernama Ramadhan yang harus dikirim ke pesantren oleh kedua orang tuanya. Kenakalan Ramadhan ketika di pesantren semakin berkurang ketika ia tahu bahwa ayahnya harus mendonorkan ginjalnya kepada pemilik pesantren untuk biaya sekolahnya. Ia pun bertekad kuat untuk menjadi seorang muslim yang lebih sholeh dengan menyebarkan ilmu yang didapatkannya. Namun tekad kuat ini tak selamanya mulus karena ia harus berada dipersimpangan memilih antara berkarir menjadi artis atau kembali membaktikan ilmu yang ia dapat di pesantren. Tak hanya ini saja, ia pun juga harus memilih satu di antara dua gadis yang akan menemani perjalanan hidupnya Di Bawah Lindungan Ka’bahPhoto source cinta yang mengharu biru berikutnya datang dari film bertema islami yang berjudul Di Bawah Lindungan Ka’bah. Film islami ini bercerita tentang Hamid dan Zainab yang tidak dapat bersatu karena status sosial yang berbeda padahal keduanya telah memegang janji setia untuk mempertahankan cinta mereka. Sampai akhirnya Hamid dapat mewujudkan mimpinya untuk berkelana hingga ke Mekkah dan menunaikan ibadah haji. Hamid tak berhenti beribadah hingga ia harus mendengar kabar bahwa Zainab telah meninggal dunia. Tak lama setelah kabar itu, Hamid juga meninggal dunia di hadapan Ka’ Dwi Ratih

kisah cinta wanita sholehah